December 5, 2020
H. H. Holmes, Pembunuh Berantai Pertama Di Amerika Serikat

H. H. Holmes, Pembunuh Berantai Pertama Di Amerika Serikat

Dokter merupakan orang dengan ilmu pengetahuan yang berusaha menyelamatkan orang sakit. Namun, di Amerika ada seorang dokter yang justru menjadi pembunuh berantai. Bahkan merupakan pembunuh berantai pertama di Amerika Serikat.

Dr. Henry Howard Holmes membuat penginapan dengan berbagai jebakan mematikan dan membuat tamunya tak pernah keluar lagi. Inilah kisah Dr. Henry Howard Holmes, dokter pembunuh berantai pertama di Amerika Serikat.

5. H. H. Holmes mendirikan istana pembunuhan

H. H. Holmes mendirikan istana pembunuhan

Lahir di New Hampshire, Amerika, 1861 dengan nama asli Herman Webster Mudgett. Pria berkumis tebal yang sering dijuluki sebagai monster dari Chicago, membunuh para korban di penginapannya yang disebut sebagai “istana pembunuhan”, dimana bangunan tersebut didesain sedemikian rupa secara khusus sebagai tempat untuk menjebak dan menghabisi korbannya.

Holmes tiba di Chicago, Amerika pada Agustus 1886. Ia kemudian bekerja di apotek Elizabeth S. Holton di Englewood, Chicago. Selama bekerja di sana, Holmes bekerja sangat giat dan pemilik apotek, seorang pria tua bernama Holton, menyukainya.

Holmes akhirnya memiliki apotek tersebut. Dan sang pemilik apotek beserta istrinya lenyap begitu saja. Desas-desus menyatakan bahwa Holmes telah membunuh mereka.

Holmes kemudian membeli sebuah lahan kosong tepat di seberang apotek. Di sana ia membangun bangunan 3 lantai yang hendak ia gunakan sebagai penginapan selama pekan raya.

Selama pembangunan, Holmes kerap mengganti kontraktor serta para kuli bangunannya. Menurutnya, mereka tidak becus dan tidak memenuhi standar yang diinginkannya. Namun, di balik alasan-alasan tersebut, ternyata ia tidak ingin ada orang yang mengetahui konstrukti bangunan tersebut secara spesifik.

Berbentuk seperti labirin, bangunan 3 lantai itu diketahui memiliki 51 pintu. Di antaranya adalah pintu jebakan dan pintu rahasia, 100 ruangan tanpa jendela, tangga-tangga tersembunyi, alarm pendeteksi pergerakan para tamu, serta lubang-lubang kecil yang digunakan untuk mengintip.

Baca Juga  5 Desa Anti Pria Di Dunia

Tidak hanya itu, setiap ruangan akan dilengkapi dengan jebakan mengerikan dibuat untuk membunuh para tamu yang menginap di hotelnya.

Di area ruang bawah tanah terdapat oven untuk manusia, alat-alat bedah, dan beberapa meja bedah.

Beberapa metode kematian yang berada di penginapan ini adalah ruangan yang dilapisi besi, dimana pada saat ada tamu yang mengisi kamar itu akan mati terpanggang dengan semburan api.

Adapun sebuah kamar kecil tanpa jendela maupun lubang udara, digunakan Holmes untuk menyemburkan gas beracun dari pipa gas ke dalam kamar. Ia lalu menyaksikan korbannya mati perlahan.

Beberapa ruangan lainnya juga dilengkapi dengan alat-alat yang biasa digunakan untuk penyiksaan. Usai korbannya meninggal, mereka kemudian di bawa ke ruang bawah tanah dengan elevator rahasia. Di tempat inilah Holmes kemudian menguliti dan membuang daging korban-korbannya. Tengkorak manusia tersebut kemudian dijual Holmes ke sekolah-sekolah kedokteran.

4. Korban-korban H. H. Holmes

Korban-korban H. H. Holmes

Dari 27 korban pembunuhan sadis Holmes, hanya beberapa saja yang teridentifikasi. Salah satunya adalah Julia Smythe. Smythe merupakan wanita yang bekerja di counter perhiasan di lantai 1 hotel Holmes. Smythe dan putrinya, Pearl menjadi korban Holmes pada hari raya Natal pada tahun 1891.

Selanjutnya, ada Emeline Cigrande bekerja sebagai sekretaris Holmes pada Mei 1892. Tidak hanya menjadi sekretaris, Emeline juga menjadi kekasih Holmes. Tak lama setelah mereka bertunangan, Emeline diketahui menghilang pada Desember 1892. Holmes mengaku telah menjual kerangkanya ke sekolah kedokteran setempat.

Tahun 1893, Chicago menjadi tuan rumah pekan raya dunia. Holmes mengajak wanita-wanita muda untuk menyewa kamar di penginapannya. Wanita-wanita tersebut kemudian dibantai dengan sadis menggunakan berbagai jebakan yang ada di istana pembunuhannya. Tidak hanya kerangka mereka yang kemudian dijual ke sekolah kedokteran, organ-organ para korban ini juga dijual sebagai objek penelitian bagi para ilmuwan.

Baca Juga  7 Tragedi Pesawat Di Awal Tahun 2020

Di awal tahun 1893, Holmes juga merekrut Minnie Williams untuk menjadi juru tulis pribadi. Holmes juga menggodanya dan menjadikan Williams sebagai kekasih. Holmes juga memaksa Williams tinggal di penginapannya dan menjual properti miliknya. Tanpa berpikir panjang, usai menjual propertinya, Williams mengajak saudarinya, Nannie, untuk tinggal bersama dengan Holmes. Alhasil, mereka berdua menjadi korban Holmes dan tak lagi terlihat sejak Juli 1893.

3. Bisnis Holmes mulai kolaps

Bisnis Holmes mulai kolaps

Bisnis Holmes mulai diambang kebangkrutan. Salah satunya adalah apotek miliknya. Demi menyelamatkan kondisi keuangan, Holmes kemudian membakar penginapan 3 lantainya dengan maksud mendapatkan uang asuransi. Namun, perusahaan asuransi menolaknya.

Holmes kemudian menargetkan kaki tangannya, Benjamin Pitezel menjadi korbannya. Holmes memanipulasi Pitezel untuk memalsukan kematiannya agar sang istri memperoleh polis asuransi jiwa senilai US$ 10.000. Menganggap Holmes sebagai sahabat, Pitezel dan sang istri pun menyetujuinya.

Dalam skema penipuannya, Pitezel dibuat seakan seorang ilmuwan yang tak sengaja mati dan jasadnya rusak dalam ledakan laboratorium. Pitezel tampak sangat tertarik dengan ide ini. Holmes bahkan mencari jasad yang mirip dengan wajah Pitezel. Namun nyatanya, Holmes justru membunuh Pitezel dengan membuatnya tak sadarkan diri menggunakan kloroform atau cairan pembius, lalu membakar tubuhnya dengan menggunakan bensin.

Kelak, aksi pembunuh Pitezel ini diketahui oleh seseorang yang kemudian melaporkan Holmes kepada polisi.

Holmes melarikan diri dengan semua uang asuransi jiwa Pitezel bersama keluarga Pitezel. Namun dalam perjalanan melarikan diri, Holmes justru membunuh 3 anak Pitezel yang bernama Nellie, Alice, dan Howard.

2. Akhir petualangan keji H. H. Holmes

Akhir petualangan keji H. H. Holmes

Holmes kemudian berhasil ditangkap karena kasus penipuan asuransi. Dengan ditangkapnya Holmes, satu per satu tabir pembunuhan kejam terhadap 27 orang berhasil terkuak.

Baca Juga  7 Boneka Yang Bernyawa Di Dunia

Polisi yang menggeledah penginapan milik Holmes di Chicago dikejutkan dengan dinding berengsel dan partisi palsu. Di kamar Holmes sendiri terdapat pintu rahasia yang menuju ke sebuah ruangan tanpa jendela. Di dalamnya terdapat elevator yang menuju ke ruang bawah tanah.

Polisi kemudian menemukan sebuah peti di ruang bawah tanah yang berisi kerangka tulang wanita, tumpukan pakaian berlumuran darah, dan timbunan tulang-tulang anak kecil.

Dengan banyaknya barang bukti, Holmes akhirnya mengaku atas pembunuhan 27 orang. Namun, polisi menaksir jumlah korbannya mencapai 200 orang.

Atas kejahatannya, Holmes divonis hukuman gantung pada tanggal 7 Mei 1896.

Terungkapnya pembunuhan berantai oleh Holmes, membuat geger masyarakat Chicago. Para awak media menjulukinya sebagai “Monster Chicago”.

Kabarnya, sebelum mati di tiang gantungan, Holmes sempat menyatakan bahwa ia lahir dengan iblis dalam dirinya.

Kasus pembunuhan sadis oleh Holmes merupakan kasus pembunuhan berantai pertama yang didokumentasikan di Amerika Serikat.

1. H. H. Holmes, dokter yang takut dengan hal-hal kedokteran

H. H. Holmes, dokter yang takut dengan hal-hal kedokteran

Menilik kisah masa kecilnya, Holmes yang lahir pada 16 Mei 1861, merupakan korban kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya.

Tak hanya itu, ketakutan Holmes terhadap hal-hal yang berhubungan dengan kedokteran, membuat Holmes kecil menjadi objek bully bagi teman-temannya. Bahkan, suatu ketika teman-temannya menyeret Holmes dan memaksanya berhadapan dengan mode rangka manusia yang terdapat di ruang laboratorium sekolah.

Meski mengalami ketakutan yang luar biasa, ternyata pengalaman tersebut justru melenyapkan ketakutannya pada kematian. Walau berhasil menyingkirkan ketakutannya, peristiwa di masa kecil tersebut dianggap sebagai awal penyimpangan terhadap kekejiannya yang luar biasa.

Memiliki otak yang cerdas, Holmes tergila-gila terhadap uang. Bahkan saat menjadi mahasiswa, ia mencuri alat-alat kedokteran untuk dijual lagi. Usai lulus, Holmes kemudian bekerja sebagai apoteker di Philadelphia, namun seorang anak meninggal usai menerima resep obat dari dirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *