December 5, 2020
Fakta dan mitos penyakit jantung

Fakta dan Mitos Seputar Penyakit Jantung

Selasa, 18 Februari 2020, aktor, model, sekaligus suami dari Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair, meninggal dunia. Pria kelahiran London, 18 September 1979 ini, wafat di usia 40 tahun. Menurut manajer BCL, Dodi, penyebab kematian Ashraf yang mendadak diduga karena serangan jantung.

Sebelum Ashraf, beberapa artis tanah air juga meninggal karena serangan jantung, yakni Cecep Reza, Irena Justine, dan Mike Mohede.

Dari beberapa kasus artis meninggal akibat dari serangan jantung, mereka meninggal dalam rentang usia 20 hingga 40 tahun. Artinya mereka masih sangat relatif muda untuk menderita penyakit jantung yang mematikan. Lantas, apa saja fakta dan mitos yang masih dipercaya masyarakat Indonesia mengenai serangan jantung? Berikut fakta dan mitos seputar penyakit jantung.

6. Keseringan olahraga picu serangan jantung?

keseringan olahraga picu serangan jantung

Tak asing ya, jika kia mendapati statement: “keseringan olahraga dapat memicu serangan jantung.”

Meninggalnya aktor Ashraf Sinclair seolah kembali menguatkan anggapan tersebut. Pasalnya, sosok Ashraf selama ini dikenal sebagai pribadi yang gemar olahraga dan menjalani pola hidup sehat. Ia kerap membagikan video aktivitas olahraganya di media sosial.

Lantas, benarkah olahraga berlebihan dapat memicu serangan jantung?

Faktanya, dalam sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Mayo Clinic Proceedings, resiko serangan jantung lebih tinggi kepada orang-orang dengan kebiasaan olahraga 7,5 jam per minggu.

Olahraga dengan frekuensi tinggi dapat meningkatkan resiko munculnya plak di jantung dan pembuluh darah. Kebiasaan olahraga dengan frekuensi tinggi yang dilakukan bertahun-tahun inilah yang akan menimbulkan coronary artery calcification atau CAC.

Tetapi, bukannya Anda tidak dianjurkan berolahraga, ya! Berolahraga sesuai dengan WHO, yaitu sekitar 150 menit tiap minggunya.

Akhir-akhir ini, kita semakin sering mendengar kasus orang meninggal mendadak saat berolahraga. Sepak bola dianggap sebagai jenis olahraga yang paling sering diberitakan memicu serangan jantung. Atau dalam kasus kepergian Ashraf, olahraga crossfit dianggap bisa memicu serangan jantung.

Baca Juga  Artis Yang Meninggal Akibat Serangan Jantung

Benarkah jenis olahraga ini paling sering memicu serangan jantung?

Faktanya, jenis olahraga lain, seperti bersepeda juga bisa menyebabkan kematian mendadak akibat serangan jantung.

Olahraga memang disebut dapat meningkatkan resiko serangan jantung, terutama jika Anda sebelumnya memiliki riwayat penyakit jantung.

Yang perlu diingat, masih ada beberapa faktor lain pemicu serangan jantung, seperti riwayat keluarga, kelebihan berat badan, tingkat stres, serta kebiasaan merokok, begitupun dengan pola makan. Faktanya, meskipun disiplin olahraga, serangan jantung rentan terjadi pada orang-orang yang memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kadar lemak jenuh tinggi.

Rutin memeriksa kondisi jantung, membantu kita mengetahui kapasitas kemampuan fisik dalam berolahraga. Jadi, berolahragalah sesuai kemampuan kita, ya. Jangan memaksakan diri.

5. Wanita muda beresiko lebih tinggi terkena penyakit jantung

wanita muda beresiko lebih tinggi terkena penyakit jantung

Banyak yang percaya jika penyakit jantung adalah penyakit orang yang sudah tua dan banyak menyerang kaum laki-laki.

Tapi, tahukah Anda, menurut American Heart Association, wanita muda memiliki resiko 20% lebih tinggi terkena penyakit jantung, apalagi ditambah jika Anda mengonsumsi pil KB dan memiliki kebiasaan merokok.

Tapi bukan berarti tidak ada cara untuk mencegah penyakit jantung, ya! Anda bisa mengubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat. Tidur teratur dan menghindari rokok serta alkohol.

4. Konsumsi makanan berlemak picu penyakit jantung

lemak tak jenuh sangat bermanfaat bagi jantung

Konsumsi makanan berlemak dapat picu penyakit jantung. Kira-kira ini fakta atau mitos? Jawabannya adalah mitos, ya.

Faktanya, diet rendah lemak jenuh memang disarankan untuk penderita penyakit jantung. Tapi, lemak tak jenuh seperti yang terkandung dalam lemak ikan, alpukat, minyak nabati, dan kacang-kacangan, sangat bermanfaat bagi jantung Anda.

3. Penyakit jantung turunan tidak bisa dihindari?

Memang menjadi momok menakutkan jika ayah kita memiliki riwayat penyakit jantung, karena penyakit jantung bisa diturunkan pada anak laki-lakinya, sehingga memiliki resiko 50% lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner dibanding pria lain.

Baca Juga  Artis Yang Meninggal Akibat Serangan Jantung

Banyak yang pasrah dan percaya, mereka tidak dapat menghindari atau mencegah penyakit jantung ini. Tapi, itu hanya mitos. Karena penyakit jantung masih bisa kita cegah.

Caranya, berolahraga teratur, makan makanan yang dapat menyehatkan jantung, mengontrol kolesterol, tekanan darah, menjaga berat badan, dan hindari merokok.

2. Serangan jantung sering terjadi pada malam hari?

Anda percaya tidak, jika serangan jantung sering terjadi pada malam hari, atau ketika sedang beristirahat?

Faktanya, serangan jantung juga sering terjadi menjelang pagi, sekitar pukul 04.00 hingga pukul 10.00 pagi. Hal ini disebabkan siklus sirkadian. Hormon tubuh manusia secara umum mencapai puncak saat pagi hari, sehingga bila seseorang telah memiliki riwayat lemah jantung, maka akan memicu terjadinya henti jantung.

1. Bertubuh kurus tidak beresiko mengaami gangguan jantung?

Mitos atau fakta, seseorang bertubuh kurus secara otomatis terhindar dari ancaman penyakit jantung.

Seseorang yang bertubuh kurus juga memiliki resiko tersembunyi untuk mengalami tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan resiko masalah lainnya yang bisa memicu serangan jantung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *