October 22, 2020
7 Teknologi Anti Banjir Paling Canggih Di Dunia

7 Teknologi Anti Banjir Paling Canggih Di Dunia

Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, khususnya ibukota DKI Jakarta. Hampir di setiap musim hujan, warga Jakarta selalu dibuat kerepotan oleh yang namanya banjit. Walau segala upaya telah dilakukan, namun banjir masih belum teratasi. Di dunia sendiri setidaknya sudah ada 7 teknologi yang digunakan untuk menanggulangi banjir. Meski tidak dapat dihindari, setidaknya teknologi ini membantu banjir, sehingga tidak terlalu merugikan masyarakat. Inilah 7 teknologi anti banjir paling keren.

7. Mose

Mose

Venice, kota air yang cantik di Italia seringkali kebanjiran sejak berabad-abad lalu. Banjir itu disebabkan oleh air pasang dari laut. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah memasang teknologi canggih anti banjir bernama Mose. Mose diklaim dapat melindungi Venesia dan kawasan laguna dari air pasang. Pada empat pintu masuk, dipasang gerbang yang tertanam di dasar laut. Bila ketinggian air sudah melebihi, maka dari ruang kontrol akan mengaktifkan gerbang ini sehingga menghalangi air masuk.

6. G-Cans

G-Cans

G-Cans merupakan teknologi anti banjir yang diciptakan oleh Jepang bernama asli Shutoken Gaikaku Hosuiro. G-Cans adalah drainase bawah tanah yang terletak di Kasukabe, Saitama. Teknologi anti banjir ini merupakan fasilitas pengendali banjir yang dibangun untuk mencegah meluapnya sungai atau kanal ketika Jepang dilanda musim hujan dan badai. G-Cans dibangun sejak tahun 1992 dan baru selesai pada awal 2006. Drainase ini memiliki 5 tangki berbahan beton dengan tinggi 65 m dan jari-jari 32 m. Kelima tangki tersebut dihubungkan oleh terowongan sepanjang 6,4 km dan berada 50 m dibawah permukaan tanah.

5. Boxwall

Boxwall

Boxwall buatan NOAQ ini dirancang sebagai penghalang banjir sementara. Alat ini cocok diterapkan sebagai respon darurat bila banjir melanda kota atau komplek perumahan. Boxwall tidak memerlukan instalasi khusus ke permukaan tanah. Tinggal pasang dan rangkai sesuai keperluan. Alat ini terdiri dari panel-panel terpisah dan masing-masing panel sangat ringan, hanya 3,4 kg dengan ketinggian 0,5 m. Alat ini dapat dipasang tanpa batas maksimum dengan cukup fleksibel. Boxwall dapat tetap berdiri tanpa diikat karena cara kerjanya dengan memanfaatkan berat air banjir itu sendiri untuk menekan bagian penampung bawahnya.

Baca Juga  7 Transportasi Ala Film Science Fiction Yang Menjadi Kenyataan

4. Tubewall

Tubewall

Tubewall merupakan inovasi buatan pabrik pengendali banjil asal Swedia, NOAQ. Teknologi ini menggunakan tabung yang dapat menggelembung dan saling tersambung. Tabung ini terbuat dari kain anti bocor. Cara pasangnya memang agak repot karena harus memompa terlebih dahulu. Untuk memasang instalasi tubewall sepanjang 60 m hanya butuh waktu satu jam dan hanya perlu tenaga 2 orang. Jangan khawatir tabung ini akan menggeser, karena berat air banjir akan menekannya ke bawah. Kalau banjir sudah selesai, tubewall tinggal dikempeskan dan dilipat kembali.

3. Thames Barrier

Thames Barrier

Teknologi anti banjir selanjutnya ada di London, Inggris, bernama Thames Barrier. Penghalau banjir ini dibangun sejak tahun 1974 dan selesai pada tahun 1982. Thames Barrier merupakan teknologi penghalau bajir yang melintang selebar 520 m di sungai Thames dan melindungi sekitar 125 km kota London dari banjir. Teknologi ini juga bersifat dinamis. Thames memiliki 10 gerbang banjir yang masing-masing seberat 3,3 ton yang bisa tertutup dan terbuka. Ketika dibuka, maka aliran sungai Thames berjalan normal dan kapal bisa beraktivitas seperti biasa.

2. The Great Wall of Louisiana

The Great Wall of Louisiana

The Great Wall of Louisiana merupakan penghalang gelombang air yang dibangun sejak 2010 dan selesai tahun 2013. Tembok raksasa Louisiana itu dibangun karena termotivasi atas bencana badai Katrina tahun 2005 yang terjadi di New Orleans, Amerika Serikat. Tembok ini memiliki ukuran raksasa dengan panjang 2,5 m dan ketinggian 7,6 m. Selain itu, tembok ini dilengkapi oleh terowongan, pelabuhan dan mesin pompa dengan kekuatan 5000 tenaga kuda atau 3,6 juta watt.

1. Delta Plan

Delta Plan

Belanda telah belajar banyak dari bencana banjir yang melanda di tahun 1953. Bencana tersebut telah merengguk nyawa lebih dari 1800 orang. Tidak ingin mengalami hal serupa, Belanda pun membangun mega proyek untuk mengendalikan banjir bernama Delta Plan. Cara teknologi itu adalah dengan memakai kotak-kotak raksasa dari besi beton yang diturunkan ke dalam air laut sepanjang 30 km. Proyek Data Plan yang menutup laut tersebut terdiri dari 13 bagian yang membentuk sistem perlindungan banjir. Proyek ini telah selesai sejak tahun 1997 dan menghabiskan biaya 3,3 milyar gulden atau sekitar Rp 2,7 trilyun.

Baca Juga  7 Transportasi Ala Film Science Fiction Yang Menjadi Kenyataan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *