October 22, 2020
7 Pulau Yang Diperkirakan Akan Tenggelam

7 Pulau Yang Diperkirakan Akan Tenggelam

Pemanasan global bisa berdampak pada pencemaran udara di seluruh dunia. Tetapi apakah kalian sadar kalau pemanasan global juga bisa menenggelamkan pulau secara perlahan. PBB memperingatkan bahwa banyak manusia yang keselamatannya terancam akibat pemanasan global yang semakin meningkat setiap tahunnya. Peringatan dari organisasi terbesar di dunia tersebut muncul setelah menerima laporan terbaru dari Intergovernmental Panel and Climate Change atau IPCC, yang memprediksi bahwa mencairnya lapisan es di Kutub Utara dan Kutub Selatan akan meningkatkan permukaan laut lebih dari 1 meter menjelang tahun 2100. Selain itu, dikutib dari VOA, pencairan lapisan es di kedua Kutub Bumi terjadi 5 kali lebih cepat dari yang diperkirakan oleh para peneliti.

Pemanasan global dan perubahan iklim adalah isu terbesar lingkungan saat ini. Dampaknya telah banyak dilihat saat ini, salah satunya yaitu permukaan air laut yang terus meningkat. Akibatnya, banyak pulau yang terancam tenggelam, bahkan sudah tenggelam. Berikut 8 negara yang terancam tenggelam.

7. Tuvalu

Tuvalu

Negara Tuvalu dulunya dikenal sebagai Kepulauan Elice. Tuvalu adalah sebuah Negara Kepulauan yang terletak di antara Hawaii dan Australia di Samudra Pasifik dan tetangga terdekatnya adalah Kiribati, Nauru, Samoa, dan Fiji.

Tuvalu terdiri dari 4 pulau karang 5 atol besar. Populasi penduduk mencapai 10.472, membuatnya menjadi negara berdaulat ketiga terpadat di dunia. Negara Tuvalu mempunyai daratan hanya 26 km2.

2 dari 9 pulau di Tuvalu sudah hampir tenggelam akibat naiknya permukaan air laut dan erosi. Tinggi daratan di banyak pulaunya bahkan sudah berada kurang dari 3 meter di atas permukaan air laut.

Pemerintah Tuvalu berusaha menaikkan tinggi daratan, namun biaya yang dibutuhkan sangat besar dan belum terkumpul hingga sekarang. Situasi tersebut mengancam kehidupan masyarakat Tuvalu. Air laut terus membanjiri pantai dan mematikan pohon-pohon kelapa. Air tanah atau sumur juga terkontaminasi air laut sehingga masyarakat Tuvalu harus bergantung sepenuhnya pada air hujan.

Baca Juga  4 Tempat Di Dunia Paling Mematikan Yang Dilarang Dikunjungi

6. Vanuatu

Vanuatu

Vanuatu adalah Negara Kepulauan yang menurut PBB paling sering terkena bencana alam dari ancaman air ataupun bencana lainnya. Vanuatu mempunyai 12.000 km2. Vanuatu adalah negara yang dihuni oleh 286.000 jiwa.

Vanuatu terancam karena volume air laut semakin tinggi. Dari penelitian, diketahui bahwa air laut di sekitar kawasannya naik sekitar 1 cm setiap tahunnya. Dan dikhawatirkan, 5 dekade dari sekarang, pulau yang ditemukan oleh penjelajah Spanyol pada tahun 1600an dan terbagi dalam persemakmuran Inggris serta kekuasaan Prancis pada tahun 1800an, akan tenggelam selamanya.

5. Kiribati

Kiribati

Daratan Kiribati hanya berada 2 meter dari permukaan laut pada titik tertingginya. Ilmuwan memprediksi bahwa 32 pulau di Kiribati akan tenggelam sepenuhnya dalam 50 tahun ke depan. Banyak yang percaya bahwa Kiribati tidak akan bisa diselamatkan dan warganya harus bermigrasi.

Salah satu wilayah di Kiribati, yaitu Tarawa Selatan, dilindungi oleh dinding di pinggir lautan yang dibangun oleh masyarakat dari batu. Terdapat juga dinding yang dibentuk dari kantung karung-karung berisi pasir. Namun, kedua jenis dinding yang dibangun ini tidaklah efektif menghalang ombak dan justru mengarahkannya ke tempat yang tidak terlindungi.

4. Maladewa

Maladewa

Maladewa termasuk negara yang sangat indah dengan panorama alam serta pantainya yang sangat menakjubkan. Namun sayangnya, Negara Kepulauan ini hanya memiliki permukaan tanah setinggi 1,5 meter di atas permukaan laut. Hal tersebut yang membuat negara yang terletak di sebelah Barat Daya Sri Lanka dan Samudra Hindia ini, diperkirakan akan tenggelam.

Hingga sekarang, sekitar 1990 pulau kecil dadn pulau karang sudah terendam air lau.

3. Bangladesh

Bangladesh

Bangladesh dijuluki sebagai “ground zero for climate change”. Bangladesh bahkan berada di posisi ke-6 sebagai negara yang paling beresiko terhadap perubahan iklim. Bahkan, bagi banyak masyarakt pedesaan di pesisir pantai Bangladesh, resiko tersebut sudah tidak tertangani lagi. Resiko masih akan terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Baca Juga  Inilah Alasan Kenapa Jasad Di Gunung Everest Dibiarkan Begitu Saja

Menurut penelitian, level air laut diperkirakan akan meningkat 0,4 hingga 1,5 di pantai-pantai Bangladesh pada tahun 2100. Frekuensi datangnya badai akan semakin meningkat, yang awalnya terjadi sekali dalam 1 dekade, menjadi 15 kali setiap tahun.

2. Filipina

Filipina

Berdasarkan penelitian dari University of Philippines, sekitar 167.000 hektar daratan Filipina diperkirakan akan terendam air laut dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat di pesisir Filipina tentunya menjadi korban pertama dari kenaikan permukaan air laut tersebut. Dampak lain juga akan sangat terasa bagi perekonomian nasional Filipina. Hal tersebut karena wisata laut dan pantai juga merupakan pemasukan yang sangat besar bagi Filipina.

Jika keadaan di lautan dan pantai terus memburuk, Filipina akan kehilangan wilayah destinasi bagi turis.

1. Indonesia

Indonesia

Sebagai Negara Kepulauan, Indonesia juga terancam tenggelam. Menurut Badan Riset Departemen Kelautan dan Perikanan, sejak tahun 2005, Indonesia sudah kehilangan sekitar 24 pulau dari 17.504 pulau-pulau.

Saat ini, pulau yang terancam tenggelam diantaranya adalah ratusan pulau kecil di Perairan Maluku, Pulau Batu Beranting, Pulau Nipa, Pulau Putri, dan Pulau Pelampong di daerah Batam, dan Pulau Cantik, Samalona dan Pantai Selatan Sulawesi Barat yang diperkirakan akan menghilang tahun 2020.

Sudah banyak masyarakat di Indonesia bagian pesisir yang juga sudah merasakan sedikit dampak pemanasan global. Bahkan, Jawa sebagai pulau dengan penduduk terbanyak juga sudah mengalami dampaknya, misalnya air tanah yang sudah terasa asin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *