October 22, 2020
6 Tempat Di Pegunungan Himalaya Yang Menyimpan Banyak Misteri

6 Tempat Di Pegunungan Himalaya Yang Menyimpan Banyak Misteri

Himalaya adalah barisan pegunungan di Asia yang terkenal dengan panorama memukau. Gunung Everest yang ada di Himalaya menjadi salah satu magnet paling bagi pendaki untuk datang menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia. Namun, Himalaya tak hanya Everest. Himalaya adalah barisan pegunungan yang tak hanya tinggi, namum membentang luas dari negara Nepal hingga Pakistan. Dibalik berbagai keindahan yang dimiliki Himalaya, ternyata atap dunia yang satu ini menyimpan begitu banyak misteri yang mungkin belum kamu ketahui.

6. Biara Sarang Harimau

Biara Sarang Harimau

Di pertengahan tahun 2018, Biara Paro Taktsang mulai dibicarakan karena menjadi lokasi pernikahan Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara. Biara Paro Taktsang merupakan salah satu tempat suci di Hilmalaya, sekaligus rumah ibadah terindah dunia. Bukan tanpa alasan, tempat yang dikenal sebagai “Tiger’s Nest” karena di aula seribu Buddha terdapat sebuah patung harimau besar.

Jika diartikan secara harfiah, Biara Paro Taktsang diambil dari kata Paro, yang merupakan nama dari lembah tempat biara ini berdiri. Sedangkan Taktsang berarti sarang harimau.

Berdiri di atas tebing setinggi 3.120 meter, biara ini menjadi ikon budaya negara Bhutan. Memiliki 4 candi utama dan dikelilingi pemukiman penduduk, Biara Paro Taktsang identik sebagai legenda. Letaknya yang dekat lembah berhias hamparan hutan pinus, menjadikan Paro Taktsang sebagai salah satu wisata yang disenangi para pecinta hiking.

Tempat ini juga dijadikan sebagai lokasi wisata religi karena merupakan tempat meditasi Padmasambhava, salah satu guru yang memperkenalkan agama Buddha di Bhutan.

Dibangun pada abad ke-14, Paro Taktsang memiliki 8 gua suci berhias gampar Buddha. Biara ini juga memiliki kuil utama yang diberi nama Phapug Lakhang. Biara ini sempat hancur karena terbakar pada tahun 1951, namun dibangung kembali pada tahun 1998.

Baca Juga  5 Pulau Berhantu Di Dunia Yang Bikin Merinding

Yang menjadi misteri hingga sekarang, saat Padmasambhava meninggal di Nepal, secara ajaib jenazahnya kembali ke Paro Taktsang. Karena itulah para pengikutnya percaya bahwa Padmasambhava masih hidup, sehingga dipandang sebagai Buddha kedua sekaligus roh penjaga Bhutan.

5. Danau keramat Gurudongmar

Danau keramat Gurudongmar

Siapa sangka di wilayah Himalaya ternyata terdapat danau yang begitu keramat. Danau Gurudongmar merupakan salah satu dari 15 danau tertinggi di dunia dengan posisinya yang berada di ketinggian 5.181 meter.

Yang masih menjadi misteri hingga saat ini, meski dikelilingi pegunungan es, air danau ini tidak pernah membeku bahkan saat musim paling dingin sekalipun. Apa yang menjadi penyebabnya ya?

Penduduk setempat percaya ada keajaiban akibat tangan Guru Buddha Padmasambhava yang menyentuh Danau Gurudongmar. Beliau memberkati tempat itu agar tidak membeku demi membantu kehidupan orang-orang disekitarnya.

Kini, Danau Gurudongmar begitu dihormati oleh umat Buddha, Sikh, dan Hindu.

4. Misteri Danau Roopkund

Misteri Danau Roopkund

Danau selanjutnya yang juga punya kisah misteri adalah Danau Roopkund, yang terletak di negara bagian Uttarakhand, 350 km dari Kota New Delhi, India. Keanehan Danau Roopkund akan terlihat ketika memasuki musim panas. Es yang menyelimuti danau akan mencair kemudian terlihat tulang belulang yang berserakan dikedalaman 2 meter. Ada sekitar 300 tulang belulang manusia di dalam sungai ini. Karena inilah masyarakat setempat menjuluki danau ini sebagai danau yang penuh misteri.

Saat awal ditemukan, ada beberapa kerangka yang masih ditempeli oleh daging manusia. Penemuan tulang-belulang di Danau Roopkund pertama kali dilaporkan oleh seorang penjaga hutan bernama Nanda Devi. Awalnya tulang-belulang ini diduga milik tentara Jepang pada saat Perang Dunia II. Tapi ada juga yang beranggapan kalau tulang ini adalah korban tanah longsor, epidemi, hingga ritual bunuh diri.

Baca Juga  5 Apartemen Impian Dengan Harga Fantastis

Di tahun 2004, ilmuwan dan beberapa orang Eropa menemukan melakukan ekspedisi. Penelitian tersebut memberikan hasil yang begitu mengejutkan. Ternyata umur dari tulang-belulang tersebut diduga berasal dari tahun 850 Masehi. Ini berarti, tulang tersebut adalah tulang dari orang-orang di era klasik, saat India memiliki kondisi ekonomi terbesar di dunia.

3. Gangkhar Puensum

Gangkhar Puensum

Gangkhar Puensum merupakan salah satu gunung tertinggi dunia yang belum pernah didaki. Terletak di Bhutan, gunung ini sudah diukur tingginya berulang kali, tapi anehnya, angkanya selalu berbeda. Diperkirakan gunung ini mempunyai ketinggian setara 7.570 meter di atas permukaan laut.

Orang Bhutan percaya Gangkhar Puensum merupakan rumah makhluk halus seperti yeti dan juga para dewa.

Ketika Bhutan akhirnya membuka pintu untuk pendakian gunung, serangkaian ekspedisi pun mulai diorganisir. Tetapi semua berakhir dengan kegagalan. Kebijakan Bhutan untuk mengizinkan pendakian gunung dengan tujuan komersial pun tidak berlangsung lama.

Tahun 1994, pemerintah melarang pendakian gunung yang lebih tinggi dari 6.000 meter untuk menghormati kepercayaan spiritual setempat. Beberapa orang melapor mendengar suara dan cahaya misterius serta penampakan tertentu dari gunung yang senantiasa ditutupi salju ini.

Di tahun 2004, izin pendakian gunung ini pun resmi dicabut sepenuhnya oleh pihak Bhutan. Dan hingga kini, gunung tertinggi di Bhutan ini masih menyimpan misteri di dalamnya.

2. Kota makhluk abadi bernama Gyanganj

Kota makhluk abadi bernama Gyanganj

Salah satu misteri yang ada di Himalaya adalah Gyanganj yang memiliki nama lain Siddhashrama atau Shambala. Tempat ini dikenal sebagai kota makhluk abadi. Lokasinya dipercaya berada di tempat terpencil dan tidak bisa diakses oleh orang sembarangan. Beberapa pendaki yang berusaha menemukan tempat ini pun selalu mengalami kegagalan.

Baca Juga  7 Menara Paling Angker Di Dunia

Umat Buddha, terutama di Tibet, India, meyakini bahwa Gyanganj bukan sekedar tempat, melainkan dimensi yang lebih tinggi. Menurut mereka, lokasinya hanya dapat dicapai oleh jiwa-jiwa yang pantas. Mereka yang tinggal di sana dipercaya akan abadi. Beberapa pemimpin spiritual pun mengklaim pernah mengunjunginya.

Menurut legenda, tempat ini hanya bisa dicapai melalui proses meditasi yang mendalam. Menurut legenda dari Tibet, India, kerajaan celestial Gyanganj didiami oleh makhluk abadi dari Himalaya yang membimbing takdir dunia dari doa dan meditasi.

1. Yeti, makhluk hidup di pegunungan Himalaya

Yeti, makhluk hidup di pegunungan Himalaya

Dibalik pegunungan Himalaya, terdapat makhluk misterius yang memiliki wujud seperti kera raksasa yang berjalan menggunakan 2 kaki. Kisah mengenai Yeti sudah terdengar sejak berpuluh tahun lalu. Ada yang meyakini makhluk ini nyata, namun ada yang beranggapan sekedar kisah belaka. Yeti digambarkan memiliki badan besar seperti raksasa, bertaring dan berbulu putih lebat. Bentu badannya seperti perpaduan antara manusia dan kera.

Para Sherpa, sebutan untuk penduduk setempat, sudah mengenal Yeti dari cerita turun-temurun leluhurnya. Bagi Sherpa, yeti diyakini sebagai sosok buas penghuni puncak Himalaya. Mereka tidak akrab dengan manusia dan diceritakan saling membunuh berabad-abad silam. Ini yang membuat para Sherpa tidak berani berjalan sendirian di pegunungan Himalaya. Mereka menganggap Yeti sebagai binatang liar yang ditakuti.

Di tahun 1921, seorang penjelajah Inggris bernama Charles Howard Bury, membuat gempar dunia atas penemuannya menemukan jejak kaki Yeti. Hal ini menarik minat banyak orang mendaki Himalaya untuk berburu sosok Yeti.

Seorang pendaki bernama Reinhold Mesner, punya pandangan lain. Menurutnya, Yeti hanya seekor beruang, bukan manusia kera yang selama ini banyak dibicarakan.

Tim peneliti dari Universitas Oxford melakukan uji DNA atas sampel kulit dan tengkorak yang diyakini sebagai Yeti. Hasilnya, Yeti adalah persilangan antara beruang kutub dan beruang coklat. Mereka meyakini cerita-cerita soal Yeti ini termasuk kearifan lokal yang punya tujuan baik. Agar masyarakat tidak nekat berjalan sendirian di pegunungan Himalaya, demi keselamatan para pendaki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *