October 22, 2020
6 Jalur Kereta Api Terseram Di Dunia

6 Jalur Kereta Api Terseram Di Dunia

Dengan adanya kereta api maka kita tak perlu cemas dengan namanya kata macet. Di Indonesia, khususnya di kota besar seperti Jakarta dan Bandung, macet seolah sudah menjadi hal pasti. Pousi dan bising suara kendaraan menambah muram wajah transportasi darat. Dan itu semua bisa kita singkirkan dengan memilih kereta api. Tapi tahukah Anda ternyata banyak jalur rel kereta yang memiliki trek sangat seram. Menjelajahi ngarai gunung menjulang tinggi, lintasan curam, atau jembatan panjang melintasi lautan, membuat perjalanan para penumpang terasa mendebarkan. Inilah beberapa jalur kereta api menyeramkan di dunia.

6. Aso Minami, Jepang

Aso Minami, Jepang

Kumamoto Prefecture menjadi salah satu tempat wisata alam favorit di Jepang. Di sini terdapat Minamiaso railways, jalur kereta api yang melintasi Gunung Aso, gunung paling aktif di Jepang. Jalur rel kereta api Minamiaso dianggap menyeramkan karena meliuk melintasi pegunungan, ngarai, dan lembah, serta jurang yang amat dalam.

Selain itu, Gunung Aso juga dikenal sebagai gunung berapi aktif terbesar di Jepang. Sehingga apabila kereta melintas saat Gunung Aso sedang aktif, resiko terjadinya kecelakaan sangat besar.

Banyak turis memilik naik kereta pada musim panas atau musim semi, lantaran pemandangan yang ditawarkan sangat indah. Di musim gugur, Anda akan melewati landscape pegunungan yang terlihat seperti berubah menjadi lautan emas.

5. Tren a las Nubes, Argentina

Tren a las Nubes, Argentina

Tren a las Nubes bisa disebut sebagai transportasi wisata paling terkenal di Argentina. Bagaimana tidak, rel keretanya berada pada ketinggian 4.200 meter di atas permukaan laut dan menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Tak heran jalur kereta ini juga disebut dengan “train to the clouds” atau “kereta menuju awan”. Perjalanan kereta dimulai dari Salta, kota di ketinggian 1.187 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga  5 Pulau Berhantu Di Dunia Yang Bikin Merinding

Selama 15 jam perjalanan, penumpang akan melewati Valle de Lerma, Quebrada del Toro, dan berakhir di viaduct Polvorilla. Selama perjalanan kereta ini melewati 29 jembatan yang selalu tertutup awan. Belum lagi 21 terowongan, 2 trek memutar, dan 2 trek zigzag.

Saking ekstremnya perjalanan ini, pertolongan medis telah disiapkan khusus bagi para penumpang yang merasa kekurangan oksigen akibat ketinggian.

Pada tahun 2005, kereta sempat berhenti di ketinggian 3.500 meter sehingga membuat para penumpang harus dievakuasi menggunakan helikopter.

4. Rameswaram-Chennai, India

Rameswaram-Chennai, India

Bisa dibilang jalur kereta api Rameswaram-Chennai merupakan jalur kereta maut dan paling seram. Bayangkan saja, jalur kereta berupa sebuah jembatan sepanjang 2,25 km ini terbentang di atas Selat Palk.

Jalur bernama Jembatan Pamban tersebut menghubungkan Kota Rameswaram di Pulau Pamban menuju daratan India. Jembatan kereta api laut pertama di India ini dulunya adalah jembatan dengan rel berukuran sedang. Pemerintah kemudian merenovasinya sehingga bisa dilalui oleh kereta besar. Jembatan ini terdiri dari 143 tiang dan ditengahnya terdapat 2 tiang penyangga yang membentang 67 meter dengan masing-masing bobotnya mencapai 100 ton.

Ketika cuaca ekstrem melanda, jembatan ini seolah siap menenggelamkan kereta yang lewat. Hembusan angin yang mendorong air laut bisa saja menghantam dan merusak perlintasan kereta.

Dengan tingginya biaya perawatan, Jembatan Pamban kerap dianaktirikan sehingga kondisinya kurang baik dan sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan penumpang. Terkadang, begitu kencangnya hembusan angin, membuat kereta batal berangkat.

3. Nariz del Diablo, Ekuador

Nariz del Diablo, Ekuador

Jalur kereta api di tebing ini terlihat tidak berujung, bergelombang, serta berputar-putar. Nariz del Diablo di Ekuador dibangun pertama kali pada 1899 untuk menghubungkan kota pesisir Guayaquil ke Quito, ibukota Ekuador yang membentang sepanjang 400 km lebih.

Baca Juga  Film-Film Horor Tragis Yang Diangkat Dari Kisah Nyata

Bagian menantang dari membangun trek kereta api terletak pada bagian terjal yang dijuluki “hidung setan” atau Nariz el Diablo. Jalur yang terbentang di antara Alausi dan Sibambe.

Dengan berbagai tantangan dan kendala, jalur kereta ini selesai pada 1902 dan terus beroperasi hingga 1977. Bencana badai El Nino menghancurkan sebagian besar trek kereta. Kini hanya tersisa 12 km saja yang terbuka untuk umum. Menariknya, dari jalur yang tersisa, terdapat jalur si hidung setan ini. Jurang di sisi kiri dan kanan membuat kita serasa naik roller coaster.

2. Death Railway Kanchanaburi, Thailand

Death Railway Kanchanaburi, Thailand

Thailand punya sebuah jalur kereta bersejarah sangat mengerikan dengan latar belakang kelam. Jalur kereta penghubung Bangkok dan Myanmar ini sampai disebut sebagai jalur kereta api kematian. Karena lebih dari 90.000 buruh dan 16.000 narapidana tewas selama pembangunan jalur rel sepanjang 415 km ini.

Rute yang masih ada sekarang menjadi wisata populer bagi pengunjung. Saat berada di wilayah Kanchanaburi, penumpang akan dibawa untuk menikmati pemandangan indah. Kereta ini juga akan membawa penumpang merayap di sisi tebing yang curam serta diajak melewati sejumlah jembatan kayu yang terlihat reyot.

1. Jalur Argo Gede, Indonesia

 Jalur Argo Gede, Indonesia

Kereta api Argo Gede melayani perjalanan dari Jakarta menuju Bandung atau sebaliknya. Sepanjang perjalanan, para penumpang akan melintasi banyak jembatan tinggi di atas jurang. Mengerikan memang. Tetapi panoramanya sungguh cantik dengan sungai meliuk di bawahnya. Salah satu jembatan paling menyeramkan adalah Jembatan Cikurutug di Kabupaten Purwakarta.

Kereta api ini mulai kalah bersaing dengan moda jalan raya. Dan akhirnya pada tanggal 26 April 2010, perjalanan Argo Gede ini ditutup bersama dengan K.A Parahyangan. Namun tak lama kemudian, P.T. Kereta Api menggabungkan keduanya dan meluncurkan kembali dengan nama K.A. Argo Parahyangan.

Baca Juga  5 Apartemen Impian Dengan Harga Fantastis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *