October 22, 2020
4 Tempat Di Dunia Paling Mematikan Yang Dilarang Dikunjungi

4 Tempat Di Dunia Paling Mematikan Yang Dilarang Dikunjungi

Dari sekian banyak tempat indah di dunia, ternyata ada beberapa tempat yang tak boleh dikunjungi atau harus sangat hati-hati ketika melewatinya. Semua tempat ini terlarang karena sangat berbahaya dan sangat mengancam nyawa bagi orang yang mengunjungi atau melewatinya. Dan yang mengejutkan, salah satunya ada di Indonesia. Inilah tempat-tempat mematikan di dunia yang dilarang dikunjungi.

4. Pulau Ilha da Queimada Grande

Pulau Ilha da Queimada Grande

Pulau Ilha da Queimada Grande yang terletak 90 mil dari pantai Sao Paulo, Brazil ini menjadi salah satu tempat paling berbahaya di dunia. Pasalnya, di pulau seluas 44 hektar ini dihuni sekitar 4.000 ekor ular atau 1 ular sekitar 6 m2.

Di pulau ini juga terdapat spesies ular paling mematikan di dunia, yaitu golden lancehead atau viper tombak emas. Racunnya bisa melelehkan dan membunuh manusia kurang dari satu jam. Kabarnya, banyaknya ular-ular di pulau ini karena dahulu kala sengaja ditempatkan oleh bajak laut untuk melindungi harta rampasan mereka yang ditaruh di pulau ini. Populasi ular-ular ini akhirnya berevolusi selama ribuan tahun.

Oleh karena sangat berbahaya, pemerintah Brazil melarang keras warga atau turis pergi ke pulau tersebut. Mereka yang diperbolehkan menginjakkan kaki di sana hanya Angkatan Laut Brazil yang ditugaskan mengganti baterai mercusuar di pulau itu, dan ilmuwan yang telah mendapatkan izin khusus.

3. Pulau Sentinel Utara

Pulau Sentinel Utara

Pulau Sentinel Utara adalah suatu pulau di Kepulauan Andaman, dekat Teluk Benggala di Samudra Hindia yang merupakan bagian dari wilayah India. Pulaunya terlihat sangat eksotis, dikelilingi pasir putih dan perairannya yang bergradasi. Namun sayangnya, pulau ini menjadi salah satu tempat paling berbahaya untuk dikunjungi.

Pulau tersebut dihuni oleh suku Sentinel, suku yang tidak ramah dengan kedatangan orang luar, yang tak segan-segan untuk membunuh siapa saja yang mendekat.

Baca Juga  H. H. Holmes, Pembunuh Berantai Pertama Di Amerika Serikat

Terakhir pada tahun 2006, dua orang nelayan India yang sedang mencari kepiting lumpur telah dibunuh karena kedapatan berada di wilayah mereka.

Seorang peneliti dari India, Pandit, pernah nyaris menapaki kakinya di Pulau Sentinel Utara. Ia sempat memberikan hadiah kelapa yang tidak tumbuh di pulau tersebut. Ketika di bibir pantai, suku Sentinel pun terlihat senang. Namun ketika ia berusaha berjalan menuju pulau, ada seorang seorang anak muda suku Sentinel mengacungkan tombaknya. Tak mau ambil resiko, Pandit pun kembali ke kapal.

Pemerintah India tidak memberikan izin kepada siapa saja yang ingin datang ke Pulau Sentinel Utara. Berani coba-coba, nyawa menjadi taruhannya. Dan pemerintah India tidak akan memberikan pertolongan.

2. Pulau Ramree

Pulau Ramree

Pulau Ramree yang berada di sebelah barat Myanmar dihuni salah satu hewan paling berbahaya di dunia, yakni buaya air asin. Buaya air asin merupakan hewan paling sering memangsa manusia. Buaya ini merupakan buaya terbesar di antara spesies buaya. Seekor buaya air asin dapat mencapai berat tubuh sebesar 2.200 pon atau sekitar 997 kg dengan panjang tubuh 7 meter. Buaya ini tinggal di hutan bakau di sekitar Pulau Ramree.

Selama pertempuran Perang Dunia II tahun 1945 di pulau tersebut, prajurit Inggris menggiring tentara Jepang ke dalam hutan Pulau Ramree. Akhirnya, dari 1.000 orang, hanya tersisa sekitar 500 prajurit yang dapat keluar dari sisi lain pulau. Sisanya menjadi mangsa penghuni pulau tersebut.

Peristiwa ini tercatat dalam Guinness Book of World Records sebagai jumlah korban paling banyak akibat serangan buaya.

1. Perairan Masalembo

Perairan Masalembo

Perairan Masalembo disebut sebagai Segitiga Bermuda Indonesia. Garis imajiner yang menghubungkan antara Pulau Bawean, Kota Majene, dan Kepulauan Tengah yang berada di Laut Jawa, sisi-sisinya membentuk segitiga. Selain garis imajiner, yang menguatkan adalah fakta dan data yang ada soal insiden atau kecelakaan yang terjadi di sana.

Baca Juga  7 Tragedi Pesawat Di Awal Tahun 2020

Tenggelamnya Tampomas II pada 27 Januari 1981, Kapal Senopati Nusantara tenggelam pada 29 Desember 2006, dan yang cukup terkenal adalah hilangnya pesawat Adam Air pada 1 Januari 2007. Belum cukup fakta tersebut, masih di tahun yang sama, ada KM Mutiara Indah juga tenggelam pada 19 Juli 2007. Lalu, KM Fajar Mas pada 27 Juli 2007, KM Sumber Awal pada 16 Agustus 2007, dan juga KM Teratai Prima pada 11 Januari 2009. Lalu, yang terbaru yaitu terbakarnya KM Santika Nusantara pada Agustus 2019 lalu yang menewaskan 3 orang.

Berdasarkan berbagai insiden yang terjadi, banyak yang mengaitkan perairan tersebut dengan kemungkinan banyaknya makhluk astral yang tinggal.

Namun, ada juga yang melihat secara ilmiah bahwa perairan ini memang merupakan tempat pertemuan dua arus kuat dari barat yang memanjang di Laut Jawa Utara dan juga arus utara dari Selat Makassar. Selain kuat, arus ini juga membawa material lain, sehingga resiko terjadinya insiden besar.

Selain itu, terdapat juga yang disebut kantung udara, sebuah ruangan berisi udara yang mengalir dengan kecepatan tinggi sehingga mampu menyedot pesawat yang terbang rendah atau kapal dan benda lain disekitarnya.

Rentetan insiden yang terjadi di Perairan Masalembo pun membuat tempat ini menjadi salah satu yang paling angker dan mematikan di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *